Daftar Isi



Tampilkan postingan dengan label milist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label milist. Tampilkan semua postingan

[smun_75] Tarif Fiskal Udara Akan Jadi Rp 3 Juta, Bawa NPWP Bebas

beruntunglah yang udah punya NPWP....
bagi yang belum, segera bikin dech....

Tarif Fiskal Udara Akan Jadi Rp 3 Juta, Bawa NPWP Bebas


DJP Siapkan Draf PP, Pemilik NPWP Bebas

JAKARTA - Bagi warga yang biasa bepergian ke luar negeri, sebaiknya jangan menunda lagi membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Mulai 2009 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan menaikkan tarif fiskal angkutan udara dari semula Rp 1 juta menjadi Rp 3 juta. Sesuai UU Pajak Penghasilan (PPh), jika dapat menunjukkan NPWP, mereka yang ke luar negeri akan mendapatkan fasilitas bebas fiskal.

Kenaikan tarif fiskal itu dilakukan agar makin banyak wajib pajak yang membuat NPWP. Direktur Potensi dan Sistem Perpajakan DJP Robert Pakpahan mengatakan, kenaikan tarif fiskal dilakukan supaya masyarakat tahu bahwa NPWP itu bernilai mahal.

''Makanya, dinaikkan. Drafnya sedang dibuat,'' katanya seusai sosialisasi sunset policy bagi wajib pajak orang pribadi (WP OP) di Kantor Depkeu, Jakarta , kemarin (1/12).

Menurut Robert, untuk mendapat fasilitas bebas fiskal, NPWP harus dimiliki setidaknya satu bulan sebelum berangkat ke luar negeri. Sebab, NPWP tersebut harus masuk dulu ke dalam master data DJP. Batas waktu ini dibuat agar orang tidak semata membuat NPWP untuk dapat fasilitas fiskal gratis.

Untuk mendapatkan fasilitas bebas fiskal, tinggal menunjukkan NPWP di kantor fiskal bandara. Lalu, akan diberikan stiker untuk ditunjukkan kepada petugas imigrasi sebagai bukti bebas fiskal.

Menurut Dirjen Pajak Depkeu Darmin Nasution, PP tentang tarif dan mekanisme fiskal yang baru saat ini tengah digodok. Besaran tarif fiskal juga ada dalam draf PP. Tapi, dia masih enggan menyebutkan tarif fiskal yang baru. ''Jangan dita nya dulu. Kalau di saat terakhir berubah, susah saya. Yang meneken PP kan presiden,'' katanya.

NPWP harus dimiliki setidaknya sebulan sebelum berangkat ke luar negeri agar NPWP bisa diurus jauh hari sebelumnya. ''Jangan besok ke luar negeri, baru urus NPWP. Ribet nanti di bandara. Sehingga kita atur ya sebulan sebelumnya-lah, '' tutur Darmin.

Di sisi lain, DJP akan memasukkan 1.200 WP OP terkaya di DKI Jakarta dalam LTO (large taxpayer office). Menurut Darmin, DJP menggunakan kriteria besarnya aset sesuai yang tertera di database. "Kalau soal besarnya yang dibayar, banyak yang malah tidak masuk. Jadi, kita pertama lihat harta kekayaannya, '' ujar Darmin.

Dia menyebut DJP sengaja membuat segmentasi WP OP agar penanganannya mudah. Pengelompokan berdasarkan laporan harta sesuai di SPT juga masih belum tepat. Sebab, masih banyak WP yang belum memasukkan datanya secara benar. Memakai kriteria pembayaran pajak juga tidak tepat. Sebab, banyak WP kaya justru pembayaran pajaknya kurang. ''Jadi, kita short saja dulu yang teratas dan didorong mereka memperbaiki. Nanti bisa berubah itu,'' katanya. (sof/dwi)

Note :
Berita ini di repost langsung dari milist smun_75@yahoogroups.com, sumber berita tidak diketahui.

[smun_75] Bank Indonesia Mencabut dan Menarik 4 (empat) Pecahan Uang Kertas dari Peredaran

http://www.bi. go.id/web/ id/Ruang+ Media/Siaran+ Pers/sp_106108. htm
Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go. id
No. 10/ 61 /PSHM/Humas


Bank Indonesia terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 10/33/PBI/2008 secara resmi mencabut dan menarik 4 (empat) pecahan uang kertas dari peredaran. Pecahan uang kertas yang dicabut dan ditarik adalah sebagai berikut:

  i. Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien),

  ii. Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara),

  iii. Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan

  iv. Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta, berbahan polymer).

"Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar yang cukup lama dan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang", demikian disampaikan S. Budi Rochadi, Deputi Gubernur bidang Pengedaran Uang.

Dengan pencabutan dan penarikan uang rupiah dari peredaran maka terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, empat pecahan uang tersebut tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender).

Namun demikian, bagi masyarakat yang masih memegang uang pecahan-pecahan tersebut dapat melakukan penukaran dengan uang rupiah pecahan yang sama atau pecahan lainnya yang masih berlaku di kantor-kantor Bank Indonesia atau bank umum terdekat. Batas waktu penukaran empat uang pecahan tersebut di bank umum adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 atau 5 (lima) tahun sejak pencabutan dan penarikan uang tersebut. Sementara itu, batas waktu penukaran di Bank Indonesia adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 atau selama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan. Hak untuk menuntut penukaran empat pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik tersebut tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung tanggal 31 Desember 2018.

Jakarta, 26 November 2008
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT
Filianingsih Hendarta
Kepala Biro

[smun_75] Pelajaran dari Neina…

Neina.. begitulah dia minta di panggil, padahal nama
sebenarnya bukan itu namun dia selalu menyebut dirinya Neina. Anak
terbelakang yang berada di lingkungan kampungku itu kadangkala membuatku geli, karena tingkahnya yang kadang tidak
sesuai dengan usianya. Namun kami semua menyayanginya selain tidak jahil dia suka membantu siapa saja yang dilihatnya sedang bekerja.

Setiap hari selasa dia selalu ikut mamaku ke Mushola untuk ikut pengajian ibu-ibu duafa yang diasuh mamaku. Bu Mama, begitu dia memanggil mamaku. Setiap hari dia selalu membantu orang yang berbeda, ada saja orang yang memberinya makanan atau mungkin uang.Di kala Hari raya tiba, Neina selalu keliling kampung sendirian, hanya untuk silaturahim dari satu rumah kerumah yang lain. Idulfitri kemarin pun tidak lupa dia datang kerumahku, dan dia akan selalu bertanya
"Amah Rama buat Black Forest kan, Neina mau," ujarnya. Black Forest adalah kue khas lebaran yang selalu ada di rumah kami, dan Neina pun hapal.
Dulu putriku Nawrah selalu takut jika melihat Neina. Namun sekarang tidak lagi, karena Neina selalu melemparkan senyum kepada Nawrah. Dan pernah sewaktu Nawrah terlambat di jemput dari sekolahnya, Neina lah yang menemaninya menunggu jemputan datang.

Neina… Neina…. anak lugu yang selalu menyerap dengan cepat apa yang dikatakan orang yang dianggapnya benar. Dia pernah bertanya dengan
adikku kenapa amah–amah ( tente ) dirumahku selalu menggunakan jilbab. "Karena memang seorang muslimah harus seperti itu," jawab adikku. Akhirnya Neina minta satu jilbab nya amah. "Neina mau pake jilbab," katanya dengan tegas. Adikku terkejut, Subhanallah. Adikku pun memberikan salah satu jilbabnya yang bisa langsung di pakai.
Ternyata setiap hari kemanapun dia pergi selalu menggunakan jilbab yang sama, dan tidak pernah dicuci sampai menerbarkan bau yang tidak sedap. Ketika ditanya kenapa tidak pernah ganti, Neina bilang cuma punya satu. Sekarang jilbabnya sudah banyak dan cantik cantik karena hampir seluruh
tetangga membelikan jilbab dan baju muslimah untuk Neina.

Akhir-akhir ini, Neina jarang terlihat kecuali pada hari selasa, dimana mamaku mengajar di ta'liman. "Neina kemana saja?" Tanya mama
ku. "Neina kerja bu mama, kerja jualan plastik, uangnya buat Neina infakan ke kotak amal di Musholah," ujarnya polos. "Setiap hari ?", tanya mamaku lagi. "Iya," jawab Neina.
saat ditanya kenapa Neina mau menginfaqkan semua uang hasil jerih payahnya mengumoulkan plastik, dengan gampang Neina menjawab, "Kan kata bu Mama waktu itu, walau kita orang gak punya,tapi kalau ada uang lebih sebaiknya kita infaqkan, Neina kan tidak perlu uang itu, jadi Neina infaqkan semua, kata bu mama kan itu tabungan amal kita di ahkirat biar kita bisa masuk surga, Neina mau masuk surga, karena kata bu mama surga itu tempat dimana para rosul akan ditempatkan, Neina ingin bertemu rosul," ujarnya tegas.

mendengar jawaban Neina, Mama ku hanya bisa diam dan senyum penuh arti dan yang telontar dari bibir mamaku hanya. Subhanallah. Kami sekeluarga hanya diam dan saling pandang penuh arti mendengar cerita mama tentang Neina. Pelajaran yang sangat luar biasa yang bisa kuambil dari Neina. Gadis yang penuh kekurangan namun mempunyai kelebihan yang mungkin nyaris tidak dipunyai oleh kita manusia yang lebih mampu.

Dia Anak yang terbelakang namun sudah banyak menabung untuk masa depannya di akhirat kelak. Tulus, ikhlas itulah Neina. Lalu bagaimana dengan kita???
sudah banyakkah tabungan kita. Wallahualam…

[smun_75] Modus kejahatan di airport - Tolong disebarluaskan

Kisah berikut ini saya dapat dari milis tetangga utk pengetahuan en perhatian anda. Modus ini bisa terjadi di airport manapun. Hati2 en waspadalah sewaktu security check. Juga sering terjadi kelupaan handphone atau tas kecil.

Modus kejahatan di Bandara

Dear all,
Just want to share, semoga bermanfaat

Kejadian ini saya alami sendiri hari jumat 7 November 2008 di terminal 2F Bandar Soekarno Hatta. Hari itu rencananya saya bersama rombongan jumlahnya 18 orang hendak ke Bali untuk acara investor gathering.
Kami naik pesawat Garuda dengan jam penerbangan 13.20 WIB.

Kira2 sekitar pukul 12.30 WIB, saya bersama teman kantor saya dan 2 orang undangan bersama-sama memasuki ruang check in. saat meletakkan tas saya di mesin X Ray.. posisi tas saya berada dibelakang tas tamu saya tsb. Ketika saya keluar dari pintu pemeriksaan. Saya bingung kok tas saya pada saat keluar tidak berada dibelakang tas tamu saya tersebut. tetapi 3 tas setelahnya. atas kecurigaan saya tsb, saat tas saya angkat kok enteng.
Serta merta saya membuka dan ternyata benar, dompet besar yang berisi uang perjalanan saya dan rombongan raib. Spontan saya teriak dan memberitahukan ke petugas X Ray.
Alhamdulillah, petugas tersebut sangat kooperatif. Kalo gak salah namanya Pak Martono. lalu beliau berkoordinasi dengan rekan petugas bandara yang lain.

Seingatnya, yang berada dibelakang saya saat itu adalah Ibu yang berbadan agak besar dan memakai jilbab. lalu Bapak tersebut berusaha mencari Ibu tersebut diruangan check in dan posisinya saat itu dekat counter check in Garuda Indonesia.

Ibu tsb lalu dipanggil dan saya diminta petugas bandara untuk memeriksa tas tangannya yang besar. Pada saat saya memeriksa memang tidak ada dompet saya. Tapi entah mengapa, Bapak2 petugas bandara tidak mempercayai begitu saja siibu itu.. Saat siibu berusaha keluar dari ruangan check in, petugas bandara dan teman saya mengejarnya lalu meminta saya memeriksa kembali tas ibu tersebut. Pada pemeriksaan yang kedua, saya tetap tidak menemukan dompet saya tsb.

Tidak beberapa lama kemudian, datang petugas bandara dari gate lain, dan ybs mencurigai bahwa ibu itu pelakunya karena pada jam 11 hari yang sama siibu berada di gate lain dan dicurigai akan melakukan pencurian di X Ray. tapi krn tak terbukti, dilepas. Setelah diinterogasi sekitar 10 menit, si Ibu tersebut tetap tidak mengaku. ditanya identitas dan tiketnya berbelit2. dan menurut polisi tiketnya tsb sudah expired. tak beberapa lama. seorang petugas bandara menghampiri saya dan menanyakan apakah ini dompet saya karena beliau menemukannya ditempat sampah tak jauh dari posisi Si ibu berdiri pada pemanggilan pertama kali.

Ternyata benar.. alhamdulillah.

Walaupun Dompet saya sudah ketemu, ternyata petugas bandara dan polisi tetap menginterogasi ibu itu. karena menurut kamera CCTV, Ibu itu berada dibelakang X RAY pada waktu yang cukup lama sehingga dicurigai memang
melakukan pencurian dengan memindahkan dompet dari tas saya ke tasnya dia lalu membuangnya ketempat sampah.

Untuk menghormati dan sebagai rasa terima kasih kepada upaya petugas bandara, akhirnya saya memundurkan kebrangkatan saya dan memindahkannya ke jam penerbangan berikutnya untuk membuat laporan. Tetapi tamu rombongan tetap diberangkatkan bersama teman saya yang mendampingi.

Sesampainya diruang pemeriksaan polsek dibandara, siibu tsb tetap saja tidak mengaku dan berbelit2. beberapa kali dia mengaku bahwa papinya bareskrim dll. tapi polisi2 tsb mengganggapnya angin lalu. Di polsek si ibu yang mengaku bernama Ibu Isti tidak dapat menunjukkan identitas dan tiket yang tadi sempat ditunjukkan kepada pak polisi yang bernama pak adi. Dia beralasan sudah menyerahkan ke bapak polisi tsb.

Tunggu punya tunggu, sampai mendekati jam keberangkatan berikutnya, si Ibu tidak mengaku juga dan karena bukti bukti dari CCTV tsb kurang mendukung untuk memproses si ibu tsb, akhirnya saya katakan ke polisi bahwa saya tidak jadi membuat laporan dan menyerahkan proses selanjutnya ke polisi untuk ditindaklanjuti. Pak polisi membantu saya keluar dari polsek dengan skenario bahwa saya akan dipindahkan keruangan penyelidikan sehingga si Ibu tidak mengetahui bahwa saya tidak melaporkannya.

Sekitar pukul 10.37 waktu jakarta, salah seorang polisi dari polsek bandara menginformasikan perkembangan selanjutnya mengenai status si Ibu itu, ternyata ybs pada saat pemeriksaan sempat sempatnya mencuri hp
seorang komandan polisi. dan setelah digeledah menurut keterangan polisi tersebut ternyata ditasnya ditemukan ATM, Kartu kredit dan KTP milik orang lain. KTP dan tiket yang tadi dikatakan sudah diserahkan ke Pak Adi
ternyata dia buang di loteng kamar mandi kantor polisi (ybs sempat kekamar mandi saat dikantor polisi) Atas hasil tersebut, maka polsek bandara memutuskan mengembangkan kasus tersebut. Apakah si Ibu ini terkait sindikat tertentu.

So... Mudah2an dari cerita saya ini Bapak Ibu dapat mengambil hikmahnya, setidaknya selalu mawas diri dimanapun kita berada dan satu hal yang penting, pada saat lewat X Ray, setidaknya tunggu sampai tas kita masuk ke X ray baru setelah itu masuk ke pintu pemeriksaan.
Dan satu lagi, ternyata Bapak2 petugas bandara dan polisi amat sangat kooperatif sehingga sepatutnya saya haturkan terima kasih atas upayanya tersebut. Kepada pak Martono dan Pak Ratibi petugas bandara, Pak Muis, Pak Heru, Pak Adi, Pak Utama dan Pak Reinhart dari polsek Bandara serta Bapak2 petugas Bandara dan polisi yang telah membantu saya. mohon maaf saya tidak dapat menghapal nama bapak satu persatu.

Demikian cerita yang dapat saya sharing.. Semoga bermanfaat.

[smun_75] Arab bukan negara islam loh :D

Sisi lain dari negara UAE

http://www.atlantis thepalm.com/ grandopening. aspx

Ttg:
- Hedonisme di UAE, pembukaan atlantis, buang duit ratusan milyard dalam semalem

Komen pertama:
- Pamer kekayaan betul
- Eits, syeikh juga doyan cipika cipiki di depan umum lho, kayak tukul arwana aja :)

Semoga menambah wawasan, arab bukan islam dan islam bukan arab :D, dan orang yang tinggal di arab bukan berarti bisa bahasa arab :))

Semoga kita dijauhkan dari riya, tolong ingatkan saya kalau sampe ketularan penyakit2 model begini :)


<< ad3ng 99 >>

Commented :


Islam bukan Arab, N Arab bukan Islam...ih setuju bangets bpk Ad3ng Ad3ng.
Apa lagi Indonesia ya??

Saya lebih tertarik mengomentari statment bapak Ad3ng Ad3ng ini, karena saat ini banyak orang Indonesia yang mengasosiasikan Islam = Arab.
Isalam adalah agama "Rahmatan lil a'lamin", tp bagaimana Islam bs menjadi rahmat bg seluruh umat manusia kalau orang islamnya belum bs menularkan suri tauladan Baginda Rosululloh SAW. Sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya: "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan Hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah," (QS. Al-Anfal [33]: 21).

Sabagai salah satu negara dengan suku bangsa yang beragam, dengan agama yang beragam pula. Umat Islam di Indonesia seharusnya bs memberikan contoh, bahwa kt SANGAT BISA menerima kemajemukan tersebut. Konsep jihad yang banyak didengung-dengungkan belakangan ini, musti dilihat dari perspektif yg positif, yang tidak merugikan orang lain, tidak malah menebar kebencian dikalangan masyarakat.

Islam bukan Arab, N Arab bukan Islam. Apalagi Indonesia, yang secara geografis sangat jauh jaraknya. Islam adalah agama yang mengusung konsep "Rahmatan lil a'lamin."
Buktikan dan tunjukkan itu, jangan hanya berakhir menjadi sebuah wacana hampa saja.

Allahu Akbar!!!!!
 
Powered By Blogger | Portal Design By iEn © 2008 | Resolution: 1024x768px | Best View: Firefox | Top